Cerita Motivasi Patung Raja

0 Comments
Cerita Motivasi Patung Raja

Suatu ketika, hiduplah seorang tukang patung. tukang patung ini, bekerja pada seorang bos judi slot online yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas. Hal tersebut membuat siapapun yang mengenalnya, membubuhkan hormat pada bos judi slot online ini.

Sang tukang patung, telah lama sekali bekerja pada bos judi slot online ini. Tugasnya ialah membuat patung-patung yang ditaruh menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah, sebab itulah, ia menjadi keyakinan bos judi slot online tersebut sejak lama. Ada tidak sedikit bos judi slot online-bos judi slot online kawan yang mengagumi keindahan pahatannya saat mendatangi taman istana.

Suatu hari, sang bos judi slot online memiliki rencana besar. Baginda hendak membuat patung dari semua keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. Jumlahnya lumayan banyak, terdapat 100 buah. Patung-patung family bos judi slot online akan ditaruh di tengah taman istana, sedangkan patung prajurit dan pembantunya akan ditaruh di sekeliling taman. Baginda ingin, patung prajurit tersebut tampak sedang mengayomi dirinya.

Sang tukang patung juga mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, tugas itu nyaris selesai. Sang bos judi slot online lantas datang mengecek tugas yang di perintahkannya. “Bagus. Bagus sekali, ujar sang bos judi slot online. “Sebelum aku lupa, buatlah pun patung dirimu sendiri, guna melengkapi monumen ini.”

Mendengar perintah itu, tukang patung ini juga mulai bekerja kembali. Setelah sejumlah lama, ia juga selesai menciptakan patung dirinya sendiri. Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya juga kasar terlihat tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, guna apa menciptakan patung yang bagus, kalau melulu untuk ditaruh di luar taman. “Patung tersebut akan lebih tidak jarang terkena hujan dan panas,” ucapnya dalam hati, pasti, bakal cepat rusak.”

Waktu yang dimintapun sudah usai. Sang bos judi slot online pulang datang, untuk menyaksikan pekerjaan tukang patung. Ia juga puas. Namun, terdapat satu urusan kecil yang unik perhatiannya. “Mengapa patung dirimu tak sehalus patung diriku? Padahal, aku hendak sekali menempatkan patung dirimu di sekitar patungku. Kalau ini yang terjadi, pasti aku bakal membatalkannya, dan menanam mu bareng patung prajurit yang beda di depan sana.”

Menyesal dengan perbuatannya, sang tukang patung hanya dapat pasrah. Patung dirinya, hanya dapat hadir di depan, terpapar panas dan hujan, laksana harapan yang dimilikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *