Kisah Sukses Tukul Arwana!

Tukul Riyanto, atau lebih dikenal dengan nama Tukul Arwana ini lahir di Purwosari, Semarang Utara, 16 Oktober 1963; umur 52 tahun). Sekarang Tukul menjadi orang kaya raya setelah melewati masa-masa pahitnya dimana dahulu sempat bekerja sebagai supir angkutan (jurusan Johar-Panggung di Semarang), dan pernah juga menjadi supir truk gas elpiji.

Tidak ada kesuksesan yang datang secara tiba-tiba. Perlu kesabaran meski memakan waktu yang lama, perlu keberanian meski banyak rintangan. Pergi kesana kemari untuk mencari pekerjaan yang lebih nyaman dan menghasilkan. Seperti perjalanan karir Tukul Arwana artis kondang Indonesia.

Perjalanan Karier Kisah Sukses Tukul Arwana

Tukul Arwana merupakan seorang artis Indonesia yang terlahir dari keluarga sederhana, sebelum menjadi seorang artis ternama dia dulu pernah menjadi seorang supir angkot jurusan johar – panggung Semarang selama bertahun- tahun.

Tukul Arwana diasuh oleh ayah angkatnya sejak kecil, dia menjalani kehidupan yang sangat sulit bahkan hampir putus sekolah karena tidak mampu membayar uang sekolah. Sepulang sekolah Tukul langsung mencari pekerjaan tapi tidak ada yang cocok dan ia mencoba berulang kali.

Kisah sukses Tukul Arwana dimulai sejak dirinya mengajak Tony dengan tujuan mengubah nasib untuk pergi ke Jakarta dengan cara memainkan game situs judi slot online. Selama di Jakarta Hidup Tukul ditanggung oleh temannya.
Kemudian Tukul mendapat pekerjaan sebagai seorang penyiar radio dan disana Tukul bertemu dengan musisi Ramon Tommybens yang membawa Tukul ke acara lenong.

Tukul mengawali kesuksesannya saat itu dengan menjadi penyiar di salah satu stasiun radio di Kota
Jakarta. Gaji yang ia dapatkan setiap bulannya sekitar Rp. 75.000, padahal setiap bulannya ia harus
membayar kontrakan sekitar Rp. 150.000. Tukul pun hanya tinggal di sepetak rumah kontrakan. Namun,
saat ini Tukul tidak lagi tinggal di rumah kontrakan, justru dia telah memiliki banyak kontrakan yang
dapat dimanfaatkan oleh Warga Jakarta, mulai dari Mahasiswa maupun yang sudah berumah tangga.

Pencapaian Tukul dari nol adalah sebuah gambaran bahwa setiap kita bagaimanapun juga tetap membutuhkan dukungan orang lain untuk mencapai sukses. Mungkin hal inilah yang membuat Tukul tak lupa diri sehingga perhatiannya kepada sesama rekan pelawak yang belum sukses juga sangat besar. Saat ini ia juga ingin merealisasikan sebuah program acara untuk mengakomodasi teman-teman pelawak yang belum berhasil. “Banyak pelawak yang potensial, namun belum terangkat. Saya yang sedang di puncak ingin mereka juga bisa berhasil.” Selain itu, ia menyediakan satu rumah khusus untuk dijadikan tumpangan rekannya selama di Jakarta. Rumah yang dinamai Posko Ojo Lali itu juga dijadikan ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.