Kisah Inspiratif J.K Rowling Si Penulis Harry Potter

Kisah Inspiratif J.K Rowling – Harry Potter mungkin bisa dibilang sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa. Terbukti slot game serial dari film ini telah ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia dan memberikan pendapatan yang fantastis bagi produsen yang memproduksi film tersebut.

Untuk salah satu seri yang berjudul Harry Potter and the Sorcerer’s Stone ( 2001 ) telah memberikan pendapatan sekitar Rp 12,7 Trilyun. Nilai yang fantastis bukan ? Seiring kepopuleran film Harry Potter , banyak orang yang penasaran mengenai sosok penulis dari film ini.

Buat yang belum tahu , film Harry Potter diangkat dari novel karya JK Rowling dengan judul yang sama. Lantas seperti apa kisah JK Rowling dalam menulis salah satu novel sekaligus film terbaik di dunia ini ?

Kisah Inspiratif J.K Rowling

Joanne Rowling atau J.K. Rowling lahir di Yate, Inggris 31 Juli 1965. Ia adalah penulis ternama di era literasi modern saat ini. Sisipan huruf “K” pada namanya merupakan singkatan dari Kathleen yang merupakan nama sang nenek.

Rowling menikah dengan seorang wartawan dan mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Jessica. Namun pernikahannya ini tidak bertahan lama. Setelah bercerai, Rowling membawa putrinya dan pindah ke Edinburg. Kehidupan Rowling saat itu sangatlah susah. Saking susahnya , saat itu ia dan putrinya tidak memiliki apa-apa dan mereka hanya bertahan hidup dari uang santunan yang diberikan oleh pemerintah.

Walaupun hidup dalam kesusahan , namun Rowling tidak berhenti menulis. Ia menuliskan semua karyanya di sebuah mesin tik tua dan yakin bahwa suatu saat dirinya akan berhasil.

Saat Rowling mampu menyelesaikan 3 naskah novelnya, ternyata tidak mudah baginya untuk menjual karyanya. Memasuki musim panas di tahun 2000 , tiga buku pertama Harry Potter, yaitu Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, Harry Potter the Chamber of Secrets, dan Harry Potter and the Prisoner of Azkaban ditolak secara mentah mentah oleh 12 penerbit. Hanya penerbit kecil Bloomsbury saja yang memberi kesempatan JK Rowling untuk menerbitkan bukunya, meski dengan keuntungan yang sangat sedikit.

Singkat cerita , novel Harry Potter meledak di pasaran dunia. Ketiga buku perdananya meraih keuntungan mencapai USD480 juta atau sekitar Rp6,3 triliun. Keuntungannya tersebut ia dapatkan dalam kurun waktu 3 tahun dengan cetakan 35 juta naskah dalam 35 bahasa.

Pada Juli 2000, buku Harry Potter and the Goblet of Fire dicetak untuk pertama kalinya sebanyak 5,3 juta naskah dengan pesanan tambahan sebanyak 1,8 juta naskah. Buku ketujuhnya ini memecahkan rekor sebagai buku yang paling cepat terjual habis di dunia.

Melihat kesuksesannya tersebut , sutradara Chris Colombus ingin mengangkat buku tersebut ke layar lebar. Alhasil terciptalah film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone yang ditayangkan pada 16 November 2001.

Dari perjalanan hidup J.K Rowling , kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita harus fokus pada apa yang bisa kalian lakukan , bukan pada apa yang kalian inginkan. J.K Rowling sadar bahwa Daftar situs judi slot online terpercaya dirinya hanya bisa menulis dan ia percaya bahwa suatu saat kemampuannya menulis akan membawanya pada apa yang dia inginkan.

Rowling juga membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan meraih kesuksesan. Kesulitan akan memuncak setelah kalian sudah begitu dekat dengan kesuksesan. Inilah kenapa banyak orang yang gagal karena dia tidak menyadari betapa dekatnya dia dengan kesuksesan.